





|
Classroom learning dilakukan di dalam ruangan. Model ini ideal diberikan untuk modul training yang hendak diberikan penekanan lebih kepada konsep dan pengetahuan. Sesuai Kebutuhan Program classroom learning dapat dibuat berdasarkan kebutuhan perusahaan. Karena bersifat custom-made, perusahaan dapat menentukan modul, lokasi dan waktu yang paling sesuai untuk dilaksanakannya pelatihan di dalam ruangan. Jenjang Karir Voloxa membantu perusahaan dalam mengembangkan kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan perencanaan jenjang karir organisasi (career path-based learning). Penerapan program training terpadu sejalan dengan jenjang karir setiap karyawan, akan memperkuat fondasi organisasi terhadap pemetaan kompetensi–kompetensi utama yang dibutuhkan. Bebas Administrasi Mulai dari penyusunan kurikulum, pengembangan materi, pemilihan fasilitator, reservasi tempat, sampai dengan pelaporan evaluasi dilakukan oleh Voloxa. Ini memungkinkan perusahaan tetap berfokus kepada kegiatan inti operasional dan pemasaran, dan menyerahkan sepenuhnya urusan administrasi pelatihan dari A sampai Z kepada kami. 30 Modul, Cross Function Voloxa telah mengadakan berbagai pelatihan secara classroom dan telah mengembangkan 30 cross functional modul untuk Marketing, Finance, Human Resource, Operations dan Soft Skills. Praktik Terbaik Pemilihan dan pengembangan materi yang disampaikan disesuaikan dengan praktik terbaik (best practices) fungsi manajemen terkini. Update konsep dan pengetahuan terbaru membuat kedinamisan materi terus diperbarui. |
|
CLASSROOM LEARNING |
|
ELECTRONIC LEARNING |
|
EXPERIENTIAL LEARNING |
|
E-Learning yang memadukan materi animasi dan test online, tanpa investasi di hardware dan software. Materi Animasi Materi-materi tertulis dari perusahaan dalam bentuk word, pdf ataupun powerpoint akan dikonversikan menjadi tampilan animasi yang menarik, mudah diikuti dan dipahami oleh peserta pelatihan. Test Pilihan Ganda Dengan membagi tahapan test menjadi 2 bagian, yaitu pre-test dan post-test, perusahaan dapat menilai sejauh mana peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Dengan test pilihan berganda, nilai test akan diproses oleh sistem dan peserta dapat melihat hasilnya seketika begitu soal terakhir selesai dikerjakan. Bebas Administrasi Proses registrasi sampai dengan pelaporan aktifitas dan nilai setiap peserta pelatihan akan dikelola langsung oleh Voloxa. Tanpa Investasi Bertolak belakang dengan eLearning pada umumnya, program eLearning yang dikembangkan oleh Voloxa membebaskan perusahaan dari investasi apapun baik di hardware maupun software. Perusahaan hanya memerlukan koneksi internet dan aplikasi flash player. Berbiaya Rendah Dengan pengalaman dan efisiensi yang dimiliki Voloxa, program eLearning ini mengakomodasi kebutuhan perusahaan akan program eLearning yang interaktif namun terjangkau. |
|
Platform ini cocok diberikan untuk materi yang hendak diperdalam pemahamannya melalui pengalaman nyata dan kegiatan di luar ruangan. Kaya dengan Aktifitas Program dirancang dengan mengoptimalkan aktifitas yang disesuaikan dengan kebutuhan skill yang hendak dipertajam. Tidak hanya memperoleh pengalaman nyata, peserta juga dapat mengaplikasikan konsep sebuah skill ke dalam aktifitas individu maupun kelompok. Berbagai variasi permainan dapat diselipkan dalam aktifitas yang dirancang saling melengkapi antara satu dengan lainnya, sehingga tujuan utama training dapat tercapai. Experiential Learning vs Outbound Training Experiential learning memiliki persamaan sekaligus perbedaan dengan Outbound training. Experiential learning memiliki cakupan lebih luas dibandingkan Outbound training. Experiential learning tidak hanya dapat dilakukan di alam terbuka (seperti yang pada umumnya berlaku bagi Outbound training), tetapi juga dapat mengambil tempat di panti asuhan, di pabrik proses produksi, pasar modern, bursa efek, dan beberapa tempat yang disesuaikan dengan skill yang hendak dilatih lebih jauh. Soft Skills dan Technical Skills Baik soft skills (teamwork, leadership, communication, self confidence, negotiation, persuasion) ataupun technical skills (selling, accounting, quality control, recruiting); keduanya dapat diberikan pelatihan dengan mengedepankan aspek pengalaman nyata (experiential learning). Kunci utama dari pelaksanaan experiential learning adalah men-sinergikan antara skill yang hendak diperdalam dengan pemilihan jenis aktifitas dan lokasi training. |
|
Classroom Learning. Electronic Learning. Experiential Learning. |
|
© voloxa |






